Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.

Bali sebagai daerah pariwisata yg siap bersaing di era globalisasi skrng sudah benar-benar siap bahkan dinas pariwisata kota Bandung bali ,
Ia mengatakan, dunia pariwisata memerlukan tenaga yang terampil sebagai pemandu sehingga dapat memberikan kenyamanan dan informasi yang benar dan menarik.
“Apabila para pemandu wisata ini dapat menjalankan tugasnya secara profesional, maka dapat berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan ke wilayah Badung,” katanya.

Dengan demikian maka Bali sudah siap dalam bersaing di bidang pariwisata pada masa seperti globalisasi sekarang ini
Menurutnya, pelatihan pemandu wisata budaya pedesaan dan perkotaan merupakan salah satu bagian dari pelaksanaan pengembangan desa wisata dan wisata perkotaan di Kabupaten Badung dengan perkembangan kota yang mulai pesat dengan Mangupura sebagai pusat kota.

Serta daerah kuta dan sekitarnya sebagai pusat pariwisata dengan segala fasilitas penunjangnya ditambah keberadaan 11 desa wisata di Kabupaten Badung yang memerlukan sumber daya manusia yang mampu bersaing di era global.

“Kualitas pemandu wisata akan berdampak pada kenyamanan yang diterima oleh wisatawan selama berada di Badung. Desa wisata sebagai daerah tujuan wisata yang sedang kami kembangkan juga sangat memerlukan pemandu wisata budaya pedesaan yang profesional, begitu juga untuk pengembangan wisata kota atau city tour,” kata Nyoman Suardana.

nah itu tadi beberapa pernyataan yang mengatakan bahwa sekarang di bali sudah siap dalam meningkatkan dan menghadapi era globalisasi di bidang pariwisata .

Go-Digital menjadi salah satu program strategis Kementerian Pariwisata dalam upaya memenangkan pasar di era industri 4.0 demi mencapai target 20 juta wisatawan mancanegara di tahun 2019. Tourism 4.0 akan menyasar target generasi milenial yang saat ini mencapai 50 persen dari keseluruhan wisatawan inbound ke Indonesia.

“Suka atau tidak suka, sudah terjadi perubahan perilaku pasar yang diikuti pula dengan berubahnya perilaku konsumen (customer behavior). Konsumen kini semakin mobile, personal, dan interaktif dan ini menjadi sifat dari digital yakni semakin digital, semakin personal (the more digital, the more personal). Saat ini industri dunia telah bergeser ke arah industri digital era 4.0,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya pada acara Rakornas Pariwisata I di Hotel Sultan, Kamis (28/02/2018).
Arief melanjutkan bahwa dalam industri pariwisata perubahan perilaku wisatawan terlihat ketika search and share 70% sudah melalui digital. Industri travel agent sudah tidak lagi bisa mengandalkan walk in service untuk reservasi tiket dan memilih paket wisata, semua sudah berubah dengan digital.

“The more digital, the more professional. The more digital, the more global. Maka siapapun yang menguasai komunitas anak muda, dialah yang berpotensi memenangkan pasar masa depan atau winning the future market,” ujar Menpar mengingatkan.
Saat ini banyak negara telah menyiapkan pengembangan tourism 4.0, diantaranya yang paling sukses adalah Spanyol. Mereka telah menerapkan pariwisata 4.0 di beberapa destinasi utama dengan membangun ekosistem digital, mulai dari inspiration, arrival, destination, hingga post-trip yang serba digital.
Kemenpar pun saat ini sedang mempersiapkan transformasi menuju tourism 4.0 dalam sebuah grand strategy. Kuncinya terletak pada pembenahan sumber daya manusia, sebagaimana program yang ditetapkan Presiden Joko Widodo tahun ini adalah fokus pada SDM.

Rakornas Pariwisata I Tahun 2019 diselenggarakan dengan tujuan penguatan SDM pariwisata agar dapat memenangkan kompetisi global di era industri 4.0 ini mengusung tema besar Wonderful Indonesia Digital Tourism (WIDT) 4.0 Transforming Tourism Human Resources to Win The Global Competition in The Industry 4.0 Era.
Acara yang diikuti 500 peserta dari berbagai kalangan seperti akademisi, industri pariwisata, pemerintah, komunitas, dan media ini menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Senior Manager Deloitte Samrat Bosye, Rektor Universitas Bina Nusantara Harjanto Prabowo, Head of ICT Center of Education Kemendikbud Gogot Suharwoto, serta sejumlah CEO startup digital seperti Bukalapak.com dan Traveloka.com.

Suasana rakornas pun dirancang dengan nuansa digital, terdapat stand-stand digital di era industri 4.0 seperti game virtual, adventure virtual dan sejenisnya. Sebagai penutup Menpar Arief Yahya berpesan kepada para peserta, “Ingat, digital itu bukan kebutuhan tetapi keniscayaan.”
Sektor pariwisata mengalami perkembangan yang semakin pesat dari hari ke hari. Melihat hal ini, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyebut pengembangan pariwisata atau tourism 4.0 menyasar wisatawan milenial.
Adapun wisatawan milenial tercatat mencapai 50 persen dari keseluruhan wisman inbound ke Tanah Air dengan proyeksi pertumbuhan berlipat.
“Sebagai perbandingan, Malaysia dalam program tourism 4.0 menargetkan pertumbuhan empat kali lipat pada 2030, sedangkan Spanyol menjadi negara yang paling berhasil dalam tourism 4.0,” kata Menpar Arief Yahya di Hotel Sultan Jakarta, Kamis pagi, 28 Februari 2019, melalui keterangan tertulis yang diterima .
Selain itu, Menpar juga menyampaikan tourism 4.0 yang ditujukan pada wisatawan milenial ditandai oleh perubahan perilaku cenderung mandiri dan individual. Ia memberi contoh wisman milenial Tiongkok yang dahulu dikenal sebagai “group tourism” sekarang lebih banyak yang menjadi individual tourism.

“Sekitar 70 persen wisman Tiongkok adalah individual dengan usia 15-23 tahun sebanyak 23 persen,” kata Menpar. Ia menyebut kelompok wisatawan milenial saat ini mendominasi negara-negara sumber wisman dunia.
“Spanyol menjadi banchmarking. Negara ini telah menerapkan pariwisata 4.0 di beberapa destinasi utamanya dengan membangun ekosistem digital mulai dari inspiration, arrival, destination, hingga post-tripserba digital mencerminkan era tourism 4.0,” tambahnya.
Kemenpar kini tengah mempersiapkan transformasi menuju tourism 4.0 dalam grand strategy. Strategi besar tersebut Strategic Theme: Wonderful Indonesia Digital Tourism 4.0; Strategic Imperatives for Transforming Tourism HR to Win Global Competition in Industry 4.0; 5 Technology Enabler; 9 Key Initiatives for Discipline Executions; dan Pentahelix Collaboration Approach.

“Kunci dalam grand strategy pariwisata era industri 4.0 adalah Sumber Daya Manusia atau SDM dan ini sebagaimana program yang ditetapkan Presiden Jokowi tahun ini yakni fokus pada SDM,” ungkap Menpar.
Menpar Arief Yahya menyampaikan program Go Digital menjadi salah satu program strategis Kemenpar dalam usaha memenangkan pasar di era industri 4.0.
“Suka atau tidak suka, sudah terjadi perubahan perilaku pasar. Semua telah bergeser ke arah digital dan saat ini industri dunia telah bergeser ke arah industri digital era 4.0,” kata Arief Yahya.
Perubahan perilaku pasar, kata Arief Yahya, diikuti juga dengan berubahnya perilaku konsumen (customer behavior) yang semakin mobile, personal, serta interatif. Hal ini menjadi sifat dari digital yakni semakin digital, semakin personal (the more digital, the more personal).
“Dalam industri pariwisata perubahan perilaku konsumen itu terlihat ketika search and share 70 persen sudah melalui digital. Industri travel agen sudah tidak lagi bisa mengandalkan walk in service untuk reservasi tiket dan memilih paket wisata. Semua sudah berubah dengan digital,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan kembali tagline The more digital, the more personal. The more digital, the more professional. The more digital, the more global.
“Milenial itu selalu digital, mobile, interaktif dan jumlahnya mencapai 50 persen dari jumlah wisman yang inbound ke Indonesia. Siapa yang menguasai komunitas anak muda, dialah yang berpotensi memenangkan pasar masa depan,” katanya.
This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.
You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.
Why do this?
The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.
To help you get started, here are a few questions:
You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.
Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.
When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.